KISI-KISI
UJIAN PRAKTEK
JENIS
SEKOLAH : SMP 5 NEGERI BENTUK
SOAL :
PRAKTEK
MATA
PELAJARAN : IPA
BIOLOGI JUMLAH :
KELAS : IX
(SEMBILAN) WAKTU :
|
NO
|
STANDAR
KOMPETENSI
|
KOMPETENSI
DASAR
|
MATERI
|
KELAS
|
INDIKATOR
|
BOBOT
SOAL
|
JUMLAH
SOAL
|
SOAL/KETERANGAN
|
|
1.
|
Memahami
gejala-gejala alam melalui pengamatan
|
Menggunakan
mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala
kehidupan
|
Mikroskop
dan alat pendukung pengamatan
|
VII
|
· Menggunakan
mikroskop dengan benar
· Menentukan
besaran preparat
· Melihat
preparat
|
30
|
1
|
1.
Amatilah preparat yang disediakan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 5X,
10X, 40X!
|
|
2.
|
Memahami
berbagai sistem dalam kehidupan manusia
|
Mendiskripsikan
sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
|
Sistem
pencernaan pada manusia
|
VIII
|
Menguji
makanan yang mengandung amilum, glukosa dan protein
|
40
|
|
Tentukanlah
alat-alat yang dibutuhkan dari uji makanan dan lakukan percobaan serta reagen
yang diperlukan dari undian soal yang kamu dapat!
|
|
|
|
Mendeskripsikan
sistem pernapasan pada manusia
|
Sistem
pernapasan pada manusia
|
VIII
|
Membuktikan
penapasan mengeluarkan karbondioksida dan uap air
|
30
|
1
|
Lakukan
percobaan untuk membuktikan dalam pernapasan manusia mengeluarkan
karbondioksida dan uap air!
|
A.
MIKROSKOP
Persiapan:
persentase : 30 %
rentang
nilai : (0 – 3)
1. Siswa
membawa mikroskop dengan benar
2. Siswa
memilih objek preparat dengan benar
3. Siswa
meletakkan objek yang akan diamati di meja preparat dengan benar
Pelaksanaan:
Persentase : 50 %
Rentang
nilai : (0-3)
1. Siswa
mengatur cahaya yang masuk ke mikroskop
2. Siswa memfokuskan cahaya dengan mengatur makrometer
dan mikrometer
3. Siswa
dapat menunjukan bayangan preparat dengan jelas
Akhir:
Persentase : 20%
Rentang
Nilai : (0-2)
1. Siswa
mengembalikan posisi mikroskop sesuai prosedur dengan benar
2. Siswa
membawa mikroskop kembali ke tempat awalnya dengan benar
Penilaian ;
Persiapan
(X ) + Pelaksanaan (Y) + Akhir (Z)
Rentang
nilai x 30 % + Rentang nilai x 50 % + Rentang nilai x 20 %
3 3 2
NA : X + Y + Z
Menguji Kandungan Karbohidrat dalam Makanan
A. Dasar Teori
Karbohidrat
merupakan senyawa organik yang dapat berjenis monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
Ciri monosakarida yakni mudah larut alam air, berasa manis, dan memiliki satu
gugusan gula. Bentuknya dapat berupa glukosa, fruktosa, galaktosa, dan manosa.
Disakarida merupakan karbohidrat yang memiliki dua gugusan gula, sedangkan
polisakarida mempunyai lebih dari 10 gugusan gula. Sumber karbohidrat dapat diperoleh
dari makanan pokok seperti padi, ketela, jagung, sagu, gandum, umbi-umbian,
roti, dan tepung-tepungan.
B.
Tujuan
Mengetahui kandungan
glukosa dan amilum pada makanan
C. Alat dan Bahan
1. Tabung
reaksi
2. Penjepit
tabung reaksi
3. Pipet
tetes
4. Bahan
makanan seperti telur rebus, pisang, tahu, minyak goreng, tempe, daging (ambil
salah satu, kemudian untuk sampel yang kering haluskan terlebih dahulu)
5. Pembakar
spiritus (bunzen)
6. Larutan
fehling A dan B
7. Larutan
lugol
D. Langkah Percobaan
1. Uji Glukosa
a. Masukkan
bahan makanan yang telah dihaluskan ke dalam tabung reaksi setinggi 1 cm.
b. Ambil
larutan fehling A dan fehling B dengan pipet.
c. Masukkan
5 tetes larutan fehling A dan 5 tetes larutan fehling B ke dalam tabung reaksi,
kemudian kocok agar homogen (bercampur rata).
d. Hidupkan
bunzen dan panaskan tabung reaksi tersebut di atas api dengan menggunakan penjepit
tabung reaksi, ± selama 1 menit.
e. Amati
perubahan warna pada larutan fehling A dan B. Apabila mengandung glukosa, di dasar
larutan akan terdapat endapan berwarna merah bata.
f. Catat
hasilnya pada tabel.
g. Kalian
dapat mengulangi percobaan ini untuk bahan makanan yang lain.
2. Uji Amilum
a. Masukkan
bahan makanan yang telah dihaluskan ke dalam tabung reaksi setinggi 1 cm.
b. Ambilah
larutan lugol menggunakan pipet tetes. Selanjutnya, masukkan sebanyak 2 tetes larutan
lugol ke dalam tabung reaksi.
c. Amati
perubahan warna pada larutan lugol tersebut. Sampel akan berwarna biru tua bila
mengandung amilum.
d. Catat
hasilnya pada tabel.
e. Langkah-langkah
tersebut dapat kalian coba untuk bahan makanan yang lainnya.
Perhatian:Hati-hati
saat menggunakan bunzen, jangan sampai apinya mengenai anggota tubuh kalian.
Menguji Kandungan Protein dalam Makanan
A. Dasar Teori
Protein
ialah senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur seperti C, H, O, dan
terkadangm engandung unsur S dan P. Dasar penyusun protein yakni asam amino.
Asam amino terbagi dua jenis, meliputi: asam amino esensial yang diperlukan
oleh tubuh dan berasal dari luar tubuh; dan asam amino non-esensial yang dapat
diperoleh dalam tubuh.
Berdasarkan asalnya,
protein terdiri atas protein hewani dan protein nabati. Protein hewani bersumber
dari hewan seperti daging, ikan, telur, dan susu. Protein nabati bersumber dari
tumbuhan misalnya terutama sayur-sayuran, padi-padian, dan kacang-kacangan.
B. Tujuan
Mengetahui kandungan
protein dalam makanan
C. Alat dan Bahan
1.
Mortar
2.
Gelas ukur
3.
Beberapa gelas kimia
4.
Pipet tetes
5.
Bahan makanan seperti telur rebus, pisang, tahu, minyak goreng,
tempe, dan daging
6.
Larutan biuret
D. Langkah Percobaan
1.
Ambil bahan makanan yang padat dan kering, kemudian tumbuk dengan
menggunakan mortar. Setelah itu, tambahkan air sehingga terbentuk larutan.
2.
Masukkan larutan tersebut ke dalam gelas kimia. Kemudian, ulangi
untuk bahan makanan yang lain.
3.
Ambil larutan makanan tersebut dengan pipet, kemudian masukkan ke
dalam tabung reaksi.
4.
Selanjutnya, masukkan 3 tetes larutan biuret ke dalam tabung
reaksi dan kocok hingga homogen.
5.
Amatilah perubahan warna yang terjadi pada larutan biuret. Apabila
bereaksi bersama protein, larutan biuret akan berwarna ungu.
