Minggu, 03 Maret 2013

kisi kisi ujian praktek

KISI-KISI UJIAN PRAKTEK

JENIS SEKOLAH                 : SMP  5 NEGERI                                                                                          BENTUK SOAL :  PRAKTEK
MATA PELAJARAN                        : IPA BIOLOGI                                                                                             JUMLAH                    :
KELAS                                   : IX (SEMBILAN)                                                                                         WAKTU                        :

NO
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
MATERI
KELAS
INDIKATOR
BOBOT SOAL
JUMLAH SOAL
SOAL/KETERANGAN
1.




Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan
Mikroskop dan alat pendukung pengamatan
VII
·      Menggunakan mikroskop dengan benar
·      Menentukan besaran preparat
·      Melihat preparat

30
1
1.     Amatilah preparat yang disediakan  menggunakan mikroskop dengan perbesaran 5X, 10X, 40X!

2.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Mendiskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
Sistem pencernaan pada manusia
VIII
Menguji makanan yang mengandung amilum, glukosa dan protein
40

Tentukanlah alat-alat yang dibutuhkan dari uji makanan dan lakukan percobaan serta reagen yang diperlukan dari undian soal yang kamu dapat!



Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia
Sistem pernapasan pada manusia
VIII
Membuktikan penapasan mengeluarkan karbondioksida dan uap air
30
1
Lakukan percobaan untuk membuktikan dalam pernapasan manusia mengeluarkan karbondioksida dan uap air!
A.           MIKROSKOP
Persiapan:
persentase        : 30 %
rentang nilai    : (0 – 3)
1.      Siswa membawa mikroskop dengan benar
2.      Siswa memilih objek preparat dengan benar
3.      Siswa meletakkan objek yang akan diamati di meja preparat dengan benar
Pelaksanaan:
Persentase       : 50 %
Rentang nilai   : (0-3)

1.      Siswa mengatur cahaya yang masuk ke mikroskop
2.      Siswa  memfokuskan cahaya dengan mengatur makrometer dan mikrometer
3.      Siswa dapat menunjukan bayangan preparat  dengan jelas
Akhir:
Persentase       : 20%
Rentang Nilai  : (0-2)
1.      Siswa mengembalikan posisi mikroskop sesuai prosedur dengan benar
2.      Siswa membawa mikroskop kembali ke tempat awalnya dengan benar

Penilaian ;
Persiapan (X )             +     Pelaksanaan (Y)               +   Akhir (Z)
Rentang nilai  x 30 %              +      Rentang nilai  x 50 %     +   Rentang nilai  x 20 %
            3                                                   3                                            2

NA : X + Y + Z
Menguji Kandungan Karbohidrat dalam Makanan
A. Dasar Teori
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang dapat berjenis monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Ciri monosakarida yakni mudah larut alam air, berasa manis, dan memiliki satu gugusan gula. Bentuknya dapat berupa glukosa, fruktosa, galaktosa, dan manosa. Disakarida merupakan karbohidrat yang memiliki dua gugusan gula, sedangkan polisakarida mempunyai lebih dari 10 gugusan gula. Sumber karbohidrat dapat diperoleh dari makanan pokok seperti padi, ketela, jagung, sagu, gandum, umbi-umbian, roti, dan tepung-tepungan.
B. Tujuan
Mengetahui kandungan glukosa dan amilum pada makanan
C. Alat dan Bahan
1.      Tabung reaksi
2.      Penjepit tabung reaksi
3.      Pipet tetes
4.      Bahan makanan seperti telur rebus, pisang, tahu, minyak goreng, tempe, daging (ambil salah satu, kemudian untuk sampel yang kering haluskan terlebih dahulu)
5.      Pembakar spiritus (bunzen)
6.      Larutan fehling A dan B
7.      Larutan lugol
D. Langkah Percobaan
1. Uji Glukosa
a.       Masukkan bahan makanan yang telah dihaluskan ke dalam tabung reaksi setinggi 1 cm.
b.      Ambil larutan fehling A dan fehling B dengan pipet.
c.       Masukkan 5 tetes larutan fehling A dan 5 tetes larutan fehling B ke dalam tabung reaksi, kemudian kocok agar homogen (bercampur rata).
d.      Hidupkan bunzen dan panaskan tabung reaksi tersebut di atas api dengan menggunakan penjepit tabung reaksi, ± selama 1 menit.
e.       Amati perubahan warna pada larutan fehling A dan B. Apabila mengandung glukosa, di dasar larutan akan terdapat endapan berwarna merah bata.
f.       Catat hasilnya pada tabel.
g.      Kalian dapat mengulangi percobaan ini untuk bahan makanan yang lain.
2. Uji Amilum
a.       Masukkan bahan makanan yang telah dihaluskan ke dalam tabung reaksi setinggi 1 cm.
b.      Ambilah larutan lugol menggunakan pipet tetes. Selanjutnya, masukkan sebanyak 2 tetes larutan lugol ke dalam tabung reaksi.
c.       Amati perubahan warna pada larutan lugol tersebut. Sampel akan berwarna biru tua bila mengandung amilum.
d.      Catat hasilnya pada tabel.
e.       Langkah-langkah tersebut dapat kalian coba untuk bahan makanan yang lainnya.

Perhatian:Hati-hati saat menggunakan bunzen, jangan sampai apinya mengenai anggota tubuh kalian.

Menguji Kandungan Protein dalam Makanan
A. Dasar Teori
Protein ialah senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur seperti C, H, O, dan terkadangm engandung unsur S dan P. Dasar penyusun protein yakni asam amino. Asam amino terbagi dua jenis, meliputi: asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh dan berasal dari luar tubuh; dan asam amino non-esensial yang dapat diperoleh dalam tubuh.
Berdasarkan asalnya, protein terdiri atas protein hewani dan protein nabati. Protein hewani bersumber dari hewan seperti daging, ikan, telur, dan susu. Protein nabati bersumber dari tumbuhan misalnya terutama sayur-sayuran, padi-padian, dan kacang-kacangan.
B. Tujuan
Mengetahui kandungan protein dalam makanan
C. Alat dan Bahan
1.        Mortar
2.        Gelas ukur
3.        Beberapa gelas kimia
4.        Pipet tetes
5.        Bahan makanan seperti telur rebus, pisang, tahu, minyak goreng, tempe, dan daging
6.        Larutan biuret
D. Langkah Percobaan
1.        Ambil bahan makanan yang padat dan kering, kemudian tumbuk dengan menggunakan mortar. Setelah itu, tambahkan air sehingga terbentuk larutan.
2.        Masukkan larutan tersebut ke dalam gelas kimia. Kemudian, ulangi untuk bahan makanan yang lain.
3.        Ambil larutan makanan tersebut dengan pipet, kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi.
4.        Selanjutnya, masukkan 3 tetes larutan biuret ke dalam tabung reaksi dan kocok hingga homogen.
5.        Amatilah perubahan warna yang terjadi pada larutan biuret. Apabila bereaksi bersama protein, larutan biuret akan berwarna ungu.


Jumat, 28 Desember 2012

asal usul lilin

waktu mati lampu nulai deh cari lilin..trus kepikiran tuk cari asal usul lilin

Asal -Usul Lilin


Sebelum penerangan listrik digunakan pada tahun 1900-an, lilin banyak dimanfaatkan sebagai sumber penerangan buatan.Lilin juga banyak digunakan sebagai pelengkap dekorasi interior dan dalam upacara tertentu.
Lilin termasuk temuan paling awal dari dunia primitif. Ini di dukung dengan penemuan tempat lilin di Mesir dan P. kreta, dari tahun 3000 SM. Namun catatan awal yang jelas- jelas menggambarkan lilin baru muncul pada abad I. Politisi Romawi yang hidup di sekitar abad I dan II, Pliny The Younger, menguraikan tentang benang rami berlapis ter dan lilin alang-alang (batang alang-alang di kupas lalu dicelup malam).
Meskipun tidak di ketahui asal-usulnya, masyarakat Mesir kuno jelas telah mengenal lilin.Diabad pertengahan, lilin lemak luas di pakai masyarakat Eropa.Selanjutnya lemak bersumbu digantikan dengan lilin dari malam lebah yang beraroma khas.
Pada abad XIX ahli kimia Prancis Michel-Eugene Chevreul menancapkan tonggak bersejarah dalam proses pembuatan lilin. Ia berhasil memisahkan asam lemak dari gliserin lemak sehingga menghasilkan asam stearat, bahan penting untuk menghasilkan lilin bermutu baik. Stearat bersama dua bahan yang di temukan selanjutnya, yaitu spermaceti dan malam parafin selanjutnya menjadi bahan baku utama lilin.
Spermaceti adalah hasil kristalisasi lemak ikan paus.Kelebihan spermaceti adalah tidak menimbulkan bau pedas, selain menghasilkan batang lilin yang tidak mudah lembek dan bengkok di musim panas.Lilin spermaceti membuka tahap baru dari sejarah lilin.Jenis lilin ini dibuat sedemikian rupa, sehingga dengan berat +/- 75g, kecepatan pembakarannya 120 grain (7,776 g) per jam.Jadi satu lilin baru habis selama sekitar 10 jam.Standar ini kemudian ditetapkan sebagai satu kandela, satuan ukuran intensitas sumber penerangan menurut standar internasional.
Sekitar pertengahan abad XIX, malam parafin berhasil dikristalkan dari minyak tanah menjadi bahan utama malam.Karena parafin cenderung lembek dan lentur pada temperatur dibawah titik leburnya, maka digabungkan dengan stearat.Bersama stearat, parafin menjadi bahan dasar lilin batangan.Selama perkembangannya, ada beberapa cara pembuatan lilin.mulai yang hanya mencelupkan sumbu kedalam lilin, hingga menggunakan mesin pencetak lilin, yang mulai di kembangkan pada abad XIX.mesin ini terdiri atas tangki logam yang di panaskan kemudian didinginkan berganti-ganti.Cara kerjanya mula-mula sumbu disusupkan dari dasar cetakan melalui piston, menembus lilin cair dalam cetakan.Setelah cetakannya dingin, lilin mengeras, lilin didorong keluar oleh piston, lalu sumbunya dipotong.
Zaman sekarang lilin mempunyai bentuk, ukuran dan keunikan tersendiri dan mempunyai aroma harum tertentu.

(dari berbagai sumber,int jul 98)

Jumat, 14 Desember 2012

siswa kelas IX G yang remedial

kelas 9 g yang remedial


Adi Bambang Permadi
Avev Riansyah
Ayu Arnila
Danu Ega Agdela
Darmawanda
Dea Fitrianti
Desi Ratna Sari
Dhea Reananda
Dicki Irawan
Dwi Putri Anggraini
Elda Widiana
Fahazad Khumusyah
Fatimah Puji Rahayu
Feni Martha Kusiadi
Fera Septiana
Hendy Novrian Batubara
Ivana Hartati Sinaga
Jessi Siska Novita Pasaribu
Kristina Evifana Matondang
Leni Okta Fitriani
Lidya Rona Mentari
Lolita Sri Anggriani
Melinda Anggraini
Miko Alpindo
Moulvi Fadzl Zuhri.D
Mutiara Juliana
Niken Yulica
Nola Dwi Yolanda
Oktri Jeri Liyandes
Ramayanti
Rian Ramadhan
Thossi Adios
Varel yanza Purnama
Viki Arjuliansyah
Yogie Pralingga Saputra
Yolanda Febrianto
Yudi Dwi Okta Saputra

siswa kelas IX F yang remedial

kelas 9 f yang remedial

Dhia Rafita
Afdol Berkah Herlando
Etika Ayu Lestari
Fajar Dwi H.S
Febri Kurniawansyah
Ichi Apriani Yunizar
Inten Desmita
Ismawati
Iva Dhiandra Ritmayola
Juniar Fitria
Lia Mareta
Lusiana Dewa Pronica 
M. Hafizh Murtadio
M. Rivan Wiranto
Meryna Febrianti
Netty Sreani
Niken Pratiwi
Oktarina Eka Ratnasari
Pipit Zahara
Popi Novita Sari
Ridho Sulistiansyah
Rinaldi Anggara
Riri Lativa
Rizki Amysha
Rizky Cahyaningtias
Saprizal
Sri Erma Yunita
Suhardiyanto
Unggul Kristiarto
Wahyu Yoga Tamtama
Wice Lestari
Yerisya Sosinolvita
Yoga Leo Orlando Fransisco
Yogie Nurgading
Yola Ayunara
Zaid Ali Akbar
Zen Pradana

siswa yang remedial kelas IX E


Kelas 9 e
Deka Putri
Denri Adven Jaya Nababan
Desi Putriani
Ferrys Arifian
Geni Febriani
Jeri Primanto
Livina Fatimah
Luchty Ade Afriliansyah
M. Awang Wiranto
M. Dio Anugrah
Marsah Rizkianto
Natalia Intan Sari Pakpahan 
Novia Lestari
Nurfitriani Widia Astuti
Pipin Jelita Sari
Rahmad Naiboho
Raja Ramadhan
Redo Rizki Marseven
Rensi Nurma Sopia
Reza Sulfan Cesar April
Rizki Patria Sari
Rosaliya
Sahrul Alamsyah Siregar
Satria Yudisti Rangga
Sendi Septian
Soli Asbiansyah
Bella Aprianti
Yozi Nopriko
Yuliana
Ray Defa
Fadilla Jamil  

Kamis, 06 Desember 2012

kisi-kisi soal US 2012 tuk klas 7


KISI-KISI SOAL ULANGAN SEMESTER GANJIL

Mata Pelajaran          :  IPA BIOLOGI
Tingkat                      :  SMP Negeri / Mts negeri
Bentuk                      : Pilihan ganda
Jumlah soal                :
Waktu                       :
Kelas / Semester        :  VII / Ganjil
Tahun Pelajaran         :  2011 – 2012

NO
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Indikator soal
No Soal dan kunci jawaban

5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan     a-biotik

Gejala alam biotik dan abiotik
·      Disajikan beberapa pernyataan gejala alam kebendaan pada objek biotic, peserta didik dapat menetukan salah satu gejala tersebut
·      peserta didik dapat menentukan salah satu gejala alam kejadian pada objek abiotik
21





22


Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan
Mikroskop
·         Peserta didik dapat menetukan nama bagian mikroskop yang ditunjuk pada  gambar yang sajikan


·         Disajikan beberapa gambar cara membawa mikroskop, peserta didik dapat menentukan gambar yang benar

23






24
Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam

Keselamatan kerja
·      Di sajikan gambar simbol keselamatan kerja, peserta didik dapat menentukan symbol yang sesuai dengan gambar
·      Peserta didik dapat menentukan alat laboratorium yang sesuai dengan penggunaannya.
·      peserta dapat menentukan bahan kimia yang berbahaya
·       Disajikan wacana kasus kecelakaan di dalam laboratorium, peserta didik dapat menentukan cara melakukan pertolongan pertama yang tepat
25





26



27



28






6. Memahami keanekaragaman makhluk hidup
Mengindentifikasi ciri-ciri makhluk hidup

Ciri-ciri mahluk hidup
·      Disajikan salah satu gambar ciri mahluk hidup, peserta didik dapat salah satu cirri  Mahluk hidup sesuai gambar yang disajikan

·      Peserta didik dapat menentukan perbedaan ciri-ciri tumbuhan dan hewan
·      Di sajikan pernyataan ciri-ciri hewan, peserta didik dapat menentukan jenis hewan sesuai dengan ciri-ciri yang dimiliki
29





30


31
Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki
Klasifikasi mahluk hidup
·      Peserta didik dapat menentukan bapak taksonomi
·      Disajikan bagan reaksi fotosintesis, Peserta didik dapat melengkapi  bagan reaksi fotosintesis dengan benar
·      Peserta didik dapat menentukan penulisan nama ilmiah yang benar
·      Peserta didik dapat menentukan urutan takson dari persamaan ciri yang sedikit ke persamaan ciri yang terbanyak
·      Disajikan beberapa gambar hewan, peserta didik dapat menentukan hewan yang mempunyai  kekerabatan  paling dekat
·      Disajikan gambar tumbuhan, Peserta didik dapat menentukan habitat tumbuhan dengan benar
·      Disajikan data beberapa nama tumbuhan, peserta didik dapat menentukan kekerabatan yang paling dekat
·      Peserta didik dapat, menentukan ciri-ciri yang dimiliki oleh kingdom  protista dengan tepat
·      Disajikan nama-nama hewan, peserta didik dapat menyebutkan hewan yang berdarah panas (Homoiterm)

32

33




34


35





36




37



38




39





40
                                                                                                                       
                                                                                    Bengkulu,                             November 2012 

Mengenai Saya

Foto saya
cintailah produk dalam negeri